Hijrah…


Hijrah atau berpindah dari tempat atau keadaan ke tempat atau keadaan lainnya, jelas-jelas dicontohkan oleh nabi besar kita Muhammad SAW, sebagaimana nabi saw memerintakan pada kaum Mukminin agar hijrah dari kota Makkah ke kota Madinah, akibat dari meningkatnya tekanan kaum kafir Quraisy terhadap kaum mukminin.

Dari sekelumit penggalan kisah tadi, mungkin kita dapat mengambil sedikit pembelajaran atau contoh soal. Bahkan seorang Nabi pun yang telah diberi perlindungan penuh oleh Alloh SWT, lebih memilih tindakan yang lebih realistis dan manusiawi, manakala tempat bernaungnya sudah sama sekali tidak memberi rasa nyaman, baik untuk melakukan ibadah atau untuk melakukan kelangsungan hidup sehari-hari.

Apalagi, kita sebagai manusia biasa yang tak dilengkapi dengan keistimewaan setingkat nabi. Tentu, amat amat manusiawi bila kita pun meniru sikap nabi, yaitu meninggalkan tempat atau keadaan yang secara rasio sudah tidak lagi memberi kita harapan untuk berkembang menjadi manusia yang lebih baik.

Karena pada dasarnya hijjrah adalah satu sikap dalam rangka memberi kesempatan kedua kepada diri kita, agar bisa memperbaiki diri, baik secara moral maupun moril. Selain itu dalam hijjrah kita memberi hak pada jasad dan rohani kita untuk melepaskan beban berat yang tiada lagi mampu dipanggul oleh diri kita.

Meski pun dalam beberapa ayat dalam Al Qur’an Allah SWT berfirman :

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)
Ayat ini pun diulang setelah itu,
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6) atau firman Allah SWT sbb:
سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا
“Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath Tholaq: 7)

Ibnul Jauziy, Asy Syaukani dan ahli tafsir lainnya mengatakan, “Setelah kesempitan dan kesulitan, akan ada kemudahan dan kelapangan.”[5] Ibnu Katsir mengatakan, ”Janji Allah itu pasti dan tidak mungkin Dia mengingkarinya.”[6]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً

“Bersama kesulitan, ada kemudahan.”[7]

Dari firman Alloh SWT dan sabda Nabi SAW jelas sekali memberi garansi bahwa akan selalu datang pertolongan Alloh SWT, akan tetapi bukan berarti kita hanya pasif menunggu nasib dan pertolongan Alloh SWT.

Sebaliknya adalah kewajiban kita untuk selalu berusaha dan berupaya agar masalah yang ada tidak berlarut-larut dan terus membelit kehidupan kita. Karena memperjuangkan hidup dan mengisinya dengan hal yang lebih baik adalah tanggung jawab kita sebagai hamba-hambaNya…

Dan hijjrah adalah salah satu solusi yang jelas dicontohkan oleh Nabi SAW, bukan berarti kita menyerah kalah atau bermaksud melarikan diri dari satu masalah. Hijjrah yang saya maksud adalah sejenak meninggalkan beban yang sudah tidak mampu kita tanggung lagi, untuk kemudian kembali menanggungnya kembali apabila diri kita sudah merasa cukup kuat dan mampu untuk menghadapinya kembali/mempertanggungjawabkannya.

So, apakah saat ini ada diantara anda ynag tengah dirundung atau terbebani dengan masalah yang bertumpuk, dan anda telah berusaha namun tidak juga menemui jalan keluar?

Bagaimana, setujukah bila saya menawarkan solusi untuk hijjrah? Hijjrah dengan tujuan baik bukan untuk melarikan diri, tapi untuk menghimpun kembali semangat dan asa-asa anda yang seakan tidak ada lagi atau hilang dari kehidupan anda….

Jika anda sepaham dengan saya, yook mari🙂

Selamat berhijrah dan selamat tahun baru 1 Muharam 1433 Hijjriah semoga Alloh SWT senantiasa melindungi kita semua Amin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s