KURIKUM AJIB … AJIB ….


Dari pada dibilang Gatot mending cari solusinya hehhe aneh bin ajaib, kurikulum dibuat sendiri ekh dicurangin sendiri. Ajaib khan?….. Alhasil “UN tahun ini berjalan Sukses” terbukti dengan tingginya nilai UN yang diperoleh para siswa peserta Ujian Nasional Tahun 2011.

Sekali lagi mereka jelas ga mau kalau dibilang Kementrian nya GaTot (gagal total), hahaha…. Karena sistem UN ini memang sudah gagal sejak awal, ditambah Standar Kelulusan yg tiap tahun Naik, kaya harga BBM….🙂

Tapi biarin deh mereka dengan sandiwara-sandiwaranya, mending kita mikir yang lain tapi masih soal kurikulum pendidikan. Begini, selama ini sadar atau tidak sadar anak-anak didik di negeri ini telah digiring untuk mengejar “Nilai” sebagai tujuan akhir yang harus diperoleh sebagai tanda keberhasilan proses belajar.

Jauh sekali dari tujuan sesungguhnya yang harus didapat, yaitu penguasaan akan ilmu yang diberikan oleh para pendidik, baik pendidikan secara teori maupun praktek. Penyebabnya ya jelas karena faktor yang saya sebut di atas. Nilai….!

Salah satu solusi yang paling jitu yaitu tadi budaya contek menyontek, musyawaroh, kerjasama etclah istilah lainnya. Hal yang sudah jadi tradisi en pemandangan yang biasa terjadi di ruang-ruang kelas di negeri ini.

Entah kesal atau karena memang sudah bosan melihat kondisi yang begitu-begitu saja, suatu hari seorang pengajar di salah satu lembaga pendidikan malah menerapkan pola belajar yang menurut saya antik tapi ajib.

Sebagai pendidik dia tetap memberikan materi pelajaran sesuai SATPEL, hanya pada pelaksanaan evaluasi atau ulangan/ujian saja yang dia bedakan. Karena dia tak pernah mau repot membuat soal ulangan. Karena pada pelaksanaannya pasti siswanya akan nyontek lagi… nyontek lagi…..

Lalu bagaimana cara mengevaluasi keberhasilannya dalam rangka mentransfer ilmu pengetahuan yang dimiliki kepada anak didiknya, kalau dia tidak pernah mau memberikan test/soal ulangan pada para anak didiknya?

Eit… Jangan salah, justru disini antiknya, test itu tetap ada, evaluasi juga tetap berjalan hanya caranya saja yang berbeda. Kalau guru-guru lain harus sibuk membuat soal untuk ujian/ulangan, beliau ini beda….

“Anak-anak hari ini ulangan, seperti biasa kalian buat 5 buah soal dan 5 buah jawaban, ingat kalau ada soal atau jawaban yang sama otomatis nilai kalian 0, mengerti?”

“Mengerti pak….”

“Kalau begitu selamat bekerja…”

Dalam sekejab kelas pun jadi sunyi, masing-masing siswa mulai asyik membuat soal demi soal yang nantinya akan mereka jawab sendiri. Mereka sama sekali tak merasa keberatan justru merasa tertantang untuk membuat soal dan jawaban yang paling baik dan benar….

Hhehe, antik khan… ajiib khan?🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s