Kereta Api Indonesia


Pernah liat pemandangan yang seperti ini ga or pernah naik kereta yang bejubel kek gini ga? Hiii… kebayang pengapnya, capeknya, panasnya… etc deh pokoknya yang ga enak-enaklah…. Tapi kenapa mereka masih saja mau memilih angkutan yang lebih parah daripada angkutan ayam potong ini?

Mungkin alasannya antara lain; karena faktor efisiensi waktu, murah meriahnya, bebas dari kemacetan, dan lebih praktis karena tidak harus turun naik berganti-ganti angkutan untuk sampai ketujuan. Ya, semacam itulah…

Sayangnya, minat masyarakat yang begitu besar pada alat transpotasi yang satu ini kurang atau malah sama sekali tidak mendapat respon yang baik dari pemerintah. Coba kalau mereka merespon, tentu akan memprioritaskan penyisihan dana guna penambahan jumlah kereta api dan perbaikan dan penambahan jalur lintasan kereta api. Bukan malah membangun jalur Busway…

Kalau begini yang salah bukan rakyat dong…. coba peraturan mana yang mau tidak mau harus ditaati oleh rakyat, misalnya kenaikan harga BBM, pajak, tarif angkutan, harga barang dsb. Kalau sudah diputuskan oleh pemerintah mana mungkin kan rakyat bisa menolak…!

Sebaliknya yang terjadi bila rakyat yang menuntut satu saja pelayanan yang baik dari pemerintah. Pasti akan banyak alasan dan jawaban yang keluar dari penyelenggara negeri ini. Yang dananya belum adalah…, yang inilah, itulah….

Dan tentang Kereta Api, jangan salahkan rakyat kalau mereka sampai rela berjubel, bertaruh nyawa, rela juga dihukum oleh petugas. Karena mereka memang membutuhkannya, karena keuangan mereka yang terbatas sehingga mereka memilih alternatif yang termurah demi mencapai tempat mereka mencari nafkah, bekerja atau bahkan menuntut ilmu.

Jadi saran saya untuk pemerintah dalam hal ini Departemen Perhubungan mulai saat ini Stop… mencaci dan menghukum rakyat, mulailah alihkan energi dan pikiran anda dari mencari-cari cara untuk membuat daftar hukuman bagi para penumpang yang nekat nemplok di atap kereta. Dengan mulai memikirkan dengan lebih serius lagi bagaimana caranya bisa menambah jumlah kereta api dan lintasannya.

Besar atau kecil rakyat sudah membayar dengan harapan memperoleh pelayanan yang baik, Tapi apa yang meraka dapatkan? Sarana yang buruk, pelayanan yang seenaknya plus hukuman yang benar-benar keblenger dan tidak masuk diakal. Karena jelas-jelas bukan rakyat yang salah tapi pemerintahlah yang lembek, lemot, leletz dan tidak cepat tanggap….

Bukan begitu???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s