Suatu Hari di Angkot…


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dengan langkah lunglai, alkisah pada suatu hari seorang pemuda sedang menunggu angkot. Wajahnya kumal sekumal pakaiannya, terlebih aroma yang keluar dari tubuh dan pakaiannya. Sungguh apek, membuat orang merasa mual bila di dekatnya. Seandainya dia masih memiliki sisa tenaga, tentu dia akan memilih berjalan untuk sampai ke rumahnya. Tapi dia sudah tak memiliki tenaga sama sekali. Karenanya dengan terpaksa dia menyetop juga angkot yang lewat di depannya.

Dan benar seperti dugaannya, penumpang yang sudah ada, langsung menutup hidungnya. Beberapa dari mereka malah ada yang berbisik-bisik. Makin mengkerutlah perasaan pemuda tadi. Karena dia amatlah yakin, mereka pasti sedang menggunjingkan bau tak sedap yang keluar dari tubuhnya.

Jadilah, perjalanan ke rumahnya menjdi suatu perjalanan yang sangat lama dan menyiksanya. Hampir2 dia tak tahan dan ingin turun saja. Namun sebelum dia sempat mewujudkan niatnya itu. Tiba-tiba mobil berhenti, rupanya ada penumpang baru yang menyetopnya.

Tak berapa lama kemudian, masuk penumpang baru itu ke dalam mobil yang ditumpangi pemuda tadi. Dan. Astagfirllah.. beberapa penumpang langsung ber oag oeg, karena tak mampu menahan aroma yang sangat luar biasa ampeknya.

Mungkn 100 x lebih bau daripada bau ampek yang ditebarkan oleh pemuda yang terdahulu. Penumpang yang ada di angkot itu tentu saja merasa terganggu, dan merasa amat tidak nyaman.Tapi aneh, pemuda  itu sama sekali tak menghiraukan reaksi di sekililingnya. Bahkan dengan gila dan cueknya, dia mulai melepas sepatu dan kaus kakinya. Lalu mengibas ngibaskannya. Astagfirllah, bukan main luar biasa baunya.

Makin menjadi jadilah reaksi penumpang di dalam angkot tersebut. Beberapa dari mereka mengguman kesal. Dasar gila, ndak tau etika, ga sadar diri dan sebagainya.

Begitulah reaksi penumpang yang ada di angkot itu, tapi  coba lihat bagaimana reaksi pemuda yang tadi gelisah. Kini dia malah bisa terseyum lega…  Sungguh kehadiran penumpang baru  itu bak dewa penyelamat baginya, karena perhatian penumpang dalam angkot tersebut tak lagi tertuju padanya.

Sehingga dia bisa melanjutkan perjalanannya dengan tenang…  So apa yang bisa dipetik dari coretan ini ?  May be, sesuatu yang dianggap baik atau buruk  akan hilang atau terlupalan begitu saja,  manakala muncul  hal yang baru yang lebih baik atau yang lebih buruk, dari yang sudah ada.  Betul begitu bukan? 🙂 he he he

2 tanggapan untuk “Suatu Hari di Angkot…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s