Nyanyian Sang Buruh dan Segepok Uang Receh…


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tubuh kurusnya berbaur dengan sapa sang mentari…
Begitu bergegas menyikapi hari demi hari…
Apa dicari?
Istana megah berlapis permadani?
Kuda mewah sekelas merci?
O Tidak…!
Dia hanya mengejar sebutir nasi…
Dan hari hari yang terus saja berlari…
Dari pagi hingga kepenghujung hari…
Dengan setia mencoba memetik mimpi…
Ketika senja diapun malangkah lagi…
Dengan segepok receh dan bungah hati…
Terbayang olehnya, sebuah seyum pasti telah menanti…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s