Warung Ijo…


Ini cerita tentang sebuah warung yang terletak di daerah Jakarta Timur atau lebih tepat warung itu berada di daerah Rawangun dekat dengan Kampus UNJ dulu IKIP Negeri Jakarta.

Sebuah warung kecil yang amat sederhana, setara warteglah… Entah bagaimana awalnya sampai dia diberi julukan ‘warung ijo’ padahal tendanya yang jadi penutup warung itu pun bukan berwarna ijo. Tapi putih agak kekuning-kuningan cos termakan umur.

Ada hal yang menarik  sampai-sampai warung itu  bisa jadi memory. Pasalnya begini walaupun warung itu terbilang dekil dan menunya pun amat minim, tapi selalu laris manis selalu terjual habis.

Pembelinya pun beragam, dari tukang becak yang dulu banyak mangkal di dekat warung itu, hingga pegawai, dosen, kaprog, kajur, bahkan mungkin rektor pun pernah merasakan sentuhan kelezatan dari masakan yang disediakan oleh warung tersebut. Pun mahasiswa yang ngekos di dekat-dekat situ, mengingat harganya yang amat sangat terjangkau untuk mereka yang hanya mengandalkan jatah bulanan dari ortu.

Kalian mau tahu menu apa yang disediakan di warung itu? Untuk menu yang termewah diduduki oleh si ayam goreng, selebihnya hanya ada tempe goreng telanjang alias tanpa tepung, tahu goreng dan tumis kol bumbu kuning. Nah tumis kol inilah yang bikin istimewa, coz di seluruh warung yang pernah aku singgahi aku belum pernah menemui jenis masakan ini.

Tumis kol itulah yang membuatku selalu teringat-ingat dan kangen untuk merasakannya kembali. Karena dulu sewaktu aku masih bekerja di sana, hampir tiap hari teman-teman satu ruangan pasti lebih memilih untuk memesan santapan siang yang ada di warung ijo, ketimbang masakan nasi padang yang juga ada di dekat situ.

Jadi kalau pas jam makan siang datang, dan kami ditanya oleh pesuruh kantor yang biasa membelikan jatah makan siang kami secara kolektif  “Nasi Padang apa  Warung Ijo nih?!” maka dengan kompak kami akan menjawab… “Warung Ijo aja Mat…!” begitu heheh….

Oya, kalian tentu bertanya-tanya bagaimana rasanya dan apa istimewanya Tumis Kol khasnya Warung Ijo? Oke, karena bertahun-tahun hampir tiap hari menyantap masakan yang sama, maka sedikit banyak aku bisa mengira-ngira, bumbu apa saja yang terdapat dalam Tumis Kol tadi.

Dan seperti inilah komposisinya:

1. Bahan utama sudah pasti Kol

2. Bumbu-bumbunya; bawang putih, bawang merah, kemiri, kunyit,

    lengkoas,  daun salam, dan satu lagi lada.

3. Sedikit air dan minyak goreng untuk menumis

4. Cara memasaknya :

     Pertama-tama  kol di cuci lalu diiris memanjang tapi tidak terlalu  tipis.       Kemudian ulek semua bumbu tadi lalu tumis hingga wangi baru masukan irisan kol yang sudah diiris tadi. Terakhir jangan lupa masukan sereh dan daun salam. Ga sampe setengah jam jadi deh…, gampang khan? Tentang  rasanya hmm…, kalau penasaran silahkan saja mencobanya sendiri, oke….🙂

Oya, tentang Warung Ijo sekarang ini aku sudah tidak tahu lagi, dengar-dengar dari teman lama katanya warung itu sampai saat ini masih ada. Tapi mungkin menunya sudah lebih berfariasi lagi. Pastinya… jadi niat kapan-kapan pengin lagi beli nasi bungkus disana.

Tempe goreng, tahu goreng, ayam goreng, tumis kol, nasi putih hangat yang mengepul-ngepul fuiihhh jadi kangen…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s