Kesandung Cinta


Airin, melepaskan jaketnya, kemudian melemparkan tubuhnya ke Sofa. Sementara tangannya sibuk memencet tombol remote. Tak berapa lama ruangan itu jadi sejuk oleh sejuknya desir AC dan lembutnya suara yg mengalun dari sound music yang ada di ruang itu.
Tak berapa lama Airin pun tenggelam dalam mimpinya…

images11

Menjelang senja dia pun terjaga. Dikucek-kucek kedua kelopak matanya. ‘hhh sudah sore..’ gumannya pelan.. Diraihnya jaket yang tadi dilempar begitu saja.

Dengan wajah dingin, Airin mengeluarkan beberapa dompet dari dalam jaket dan mengecek isinya. Hmm lumayan.. pendapatan hari ini. Wajahnya kini terlihat sumrigah..
Kalau begini terus aku bisa cepat kaya nih.. Okh Airin., Airin.. Mandi dulu akh.. Gumannya lagi..

Seusai mandi dan membersihkan diri. Airin kembali ke ruang favoritnya.
Matanya kembali ke tumpukan dompet-dompet  yang ada dihadapannya. Dan sesuatu menyembul dari salah satu dompet itu membuatnya tertarik. Hmmm gumannya, cakep juga.. Bisiknya lagi lalu melempar kembali dompet itu ketempatnya semula.
Tapi entah mengapa, Airin merasakan sesuatu yang lain terhadap dompet dan foto yang ada didalamnya.
Karenanya diraih kembali dompet tersebut kemudian dimasukan ke dalam laci kerjanya.

Pagi itu, Airin berencana mengambil setoran bulanan dari beberapa warung kuningan yang dia percayakan pada kenalannya. Sementara ini dia baru memiliki 5 buah warung dan 5 orang anak buah. Untuk tiap warungnya dulu dia menanam modal 5 juta, termasuk Lang dan sembakonya.Dengan modal sebesar itu, Airin bisa menarik keuntungan 500 ribuperbulannya. Jadi sistemnya begini, Airin memberi kepercayaan pada seseorang untuk mengelola warungnya. Orang tersebut bebas mencari untung dan sebagainya. Yang penting tiap bulan, Airin mendapat setoran sebesar 500 ribu, dan jumlah sembako tetap seperti modal semula. Dalam arti barangnya harus tetap sama nilainya, seperti saat pertama dibuka.

Nah, Airin pinter kan? Warungnya ada yang jaga, tiap bulan dapat uang setoran. Modalnya juga tak berkurang. Dan hebatnya lagi, orang yang dia rekrutpun tak pernah merasa dimanfaatkan oleh Airin. Bahkan mereka malah berterima kasih, karena telah diberi kepercayaan oleh gadis itu.
Sebb memang selain tenaga dan pikiran yang sehat. Secara materi mereka memang tak memiliki modal seperak pun. Mungkin karena kepercayaan yang diberikan Airinlah, mereka jadi begitu berterima kasih.
Sekitar pukul 09 pagi, Airin sampai di Lang yang dijaga oleh Yono, orang paling dia percayai. Dari dialah, Airin mengambil semua setoran dari Lang/warungny yang lain.”Pagi yon..” Sapa Airin sembari langsung mendaratkan pantatnya ke bangku panjang yang ada di samping warungnya. “ehh mba Airin.. Pagi mba.. Sebentar ya mba.. Maaf kemarin saya memang nda bisa mengntarkan mba.. Warung lagi rame, sayang kalo ditinggal.. Lumayan..” Ujar Yono panjang lebar. Begitu melihat kehadariran Airin di warungnya.  “Ga apa-apa  Yon.. Sante aja, akukesini juga sekalian mau nanya. Soal lapak untuk warung kopi yang  tempo hari kita bicariin. Gimana sudah nemu  belum lokasi yang bagus untuk warung kopi dan mie rebusnya?”

“Okh, itu.. Sudah mba nanti mba bisa langsung survei ke lokasi” Jawab Yono sambil meletakan segelas teh manis hangat dan pisang goreng kesukaan Airin. “Silahkan mba.. Saya siapkan laporan dulu..” lanjutnya. Airin mengangguk dan terseyum “Akh kau Yon, tau aja kedoyananku.. Oke Yon.. pisang goreng langsung dicoba nie..”  Airin langsung menyambar sepotong pisang goreng yang masih mengepul. “Sip.. mbak…” sahut Yono sumringah…

===> BERSAMBUNG….. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s