Yang terlupakan….


Di sudut kota pada suatu hari, seorang nenek peminta-minta terbujur lemah dalam ketidakberdayaan. Memang sudah beberapa hari ini dia menderita sakit sehingga tidak bisa menjalani aktifitasnya sebagai peminta-minta.

Sebetulnya sudut kota itu selalu ramai dilalui manusia yang lalu lalang,  keberadaan nenek peminta-minta itu tentu  akan dengan mudah terlihat. Tapi aneh, tak ada satu manusia pun yang tergerak hatinya untuk menolong atau memberikan sedikit saja sedekah.

Begitulah hari-hari berlalu dengan pengharapan yang sepertinya sia-sia, sehingga tubuhnya kian lemas hatinya pun kian putus asa. Sampai akhirnya dia pun  pasrah… “Ya, Tuhan mungkin ini sudah nasib suratan tanganku, harus mati sebagai gelandangan yang papa dan sebatang kara”…

Namun apa yang terjadi? Di ujung keputusasaan muncul seseorang datang menghampirinya. “Nek… bangun nek…” Seperti mimpi  dengan setengah hati nenek peminta-minta itu membuka kelopak matanya. Dan matanya bertemu tatap dengan tatapan tulus seorang gadis.

Lalu gadis itu membantunya  menyandarkan  tubuhnya ke dinding tembok tepian jalan.  “Minum ini nek…” Segelas susu hangat ditempelkan kearah bibirnya. Matanya mendadak berkaca-kaca, ya Tuhan… benarkah apa yang kualami ini, apakah aku tidak sedang bermimpi?

“Nak, anak ini datang dari mana, malaikatkah?” Gadis itu cuma terseyum “Nenek ini ada-ada saja…” Jawab gadis itu sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam tas yang dibawanya. “Ini nek, saya bawa beberapa potong pakaian untuk nenek, handuk, sabun, sampo dan odol… Kalau sudah baikan nenek mandi ya? Sekarang saya pergi dulu”  Suara gadis itu terdengar lembut dan halus. Sehingga dia hanya sanggup mengangguk dan saat tersadar dari ketertegunannya  gadis itu sudah hilang dari hadapannya…

“Ya, Tuhan kenapa aku sampai  lupa mengucapkan terima kasih pada gadis itu!” Bisik hati si nenek dengan penuh rasa penyesalan. Bagaimana tidak berhari-hari dia berbaring lemah di tepian jalan ini tanpa ada seorang pun yang peduli dan sudi untuk menolongnya. Sekalinya ada orang yang datang menolong, dia malah lupa untuk mengucapkan terima kasih.

Lebih-lebih saat dia membuka barang-barang yang ditinggalkannya, begitu lengkap. Selain pakaian, roti, air mineral, obat, juga  uang dalam jumlah yang belum pernah dipegangnya selama ini. Satu juta rupiah… Maka makin besarlah rasa penyesalan di hati sang nenek. Hingga tanpa sadar dia tersenguk-senguk menangisi kebodohannya, kebodohan karena lupa mengucapkan satu kalimat. “Terima kasih nak….”

Lupa mengucapkan terima kasih pada sesama manusia yang telah menolong pada saat  kita berada dalam kesempitan dan kesulitan. Kita sudah amat sangat  menyesal.

Akan tetapi kita seringkali lupa dan tidak ingat, Siapa sesungguh yang menyebabkan semua itu bisa terjadi,  Siapa yang menggerakkan hati gadis itu, Siapa yang meringankan langkah gadis itu, dan Siapa yang memberi rezeki pada gadis itu, sehingga dia mempunyai kemampuan untuk berbagi.

Tanpa harus berpikir dua, tiga kali kita semua pasti tahu apa jawabannya. Yach, siapalagi kalau bukan Dia Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, coba bayangkan seadainya kita berperan sebagai Dia,  coba ingat-ingat berapa lama dan berapa banyak sudah kebaikan yang kita terima dariNya. Baik itu yang kita terima langsung dariNya atau melalui orang lain.

Sepanjang hidup kita telah menerima banyak nikmat dan karuniaNya,  tanpa rasa bersalah dan bahkan malah sering terselip rasa angkuh. Kita melupakanNya…., menganggap sebagai hal yang biasa-biasa saja…

Tapi Dia hanya Diam… Tetap memberi tempat pada tubuh untuk bersandar di alam ini, dan tetap memberi cahaya pada hati kita untuk terus memiliki harapan demi harapan….

Jadi masihkah Anda ingin melupakan dan menganggapNya tiada?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s