Maya ‘n’ Dani… (Bukan Selebritis loh..)


“May… May… Tunggu May…” Setengah berlari Asri mengejar langkah Maya yang memang selalu cepat. “Tunggu May…” Ujar Asri terengah setelah berhasil mensejajarkan langkah sahabatnya itu. “Hei As, kamu kenapa?” Maya menatap wajah asri yang masih terlihat ngos-ngosan itu.

“Kamu yang kenapa May, jalan kok kaya dikejar depkoletor aja?!” Ujar Asri cepat “Enak aja, kapan aku ngridit panci…!? Ada apa nih tumben kamu ngga bareng Rama?” Maya memperlambat langkahnya. “Sengaja…” sahut Asri cepat. “Maksudnya… kalian lagi perang? Heran perang mulu, ga bosen apa?” Celoteh Maya panjang.

“Siapa yang perang, kita baik-baik aja kok, kamu tuh yang payah…”  “Loh kok jadi bawa-bawa aku. Aku mah jomblo As, seluruh dunia tahu itu!” “Ya, justru itu aku prihatin liat kamu May…” “Weeks…! Kenapa aku fine-fine aja kok neng….” “Halahh padahal dalam hatinya kamu pengin seperti aku dan Rama tuuhhh…”  “Walahh narcis amat kamu As… nggaa deh”

Begitulah kedua gadis itu terus saja nyeloteh dan baru berhenti ketika sampai di shelter bus. Akan tetapi berhubung bus yang mereka tunggu lama tidak muncul-muncul. Mereka pun kembali meneruskan percakapannya.

“Ekh, May nyadar ga si kalo selama ini si Dani itu naksir kamu?” Asri memulai percakapan. “Maksud kamu si Dani cowo narcis yang doyan banget tebar pesona itu? Walah-walah… As… As capek deh gue…!”  Maya nyerocos panjang lebar.

“Penjelasannya panjang amat May, jangan-jangan diam-diam kamu perhatiin doi yah?” “Eit enak aja…!” Maya langsung melotot. “Tenang say.., sama kok Dani juga…” Ujar Asri dengan tatapan menggoda. “Udah akh males, bahas yang lain aja..!” “Habis mau bahas apalagi non? Aku rasa cuma itu topik yang paling cocok untukmu May…” “Terserah deh, tapi ngomong ama tembok aja yah?!”

Melihat mimik wajah Maya yang tak bersemangat, Asri pun berhenti menggoda perasaan sahabatnya. “Maafkan aku ya May cuma bencanda” “Iya, iya..” Ucap Maya lalu keduanya pun membisu.

Yang kamu katakan sebetulnya tidak semuanya salah As, bisik hati Maya aku memang naksir sama Dani. Dan kurasa Dani pun memiliki perasaan yang sama terhadapku. Buktinya aku sering dengan tanpa sengaja melihat dia tengah memperhatikanku.

Meski kalau aku membalas perhatian dia malah jadi jual mahal dan tebar pesona sama cewe lain. Jadi ya sudahlah kalau memang maunya begitu, biar sekarang udah jaman emansipasi, tapi masa aku mesti sok ke’pede’an iya kalau bener si Dani suka sama aku. Kalau ternyata ngga, walahhh mau taruh dimana mukaku ini? Hiii…ngga dehhh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s