sebuah dialog antara raga dan roh…


Di suatu malam yang sunyi keluarlah roh dari raga, lalu dengan seksama mengamati raga tempatnya bersemayam selama ini.

Dihadapannya kini terbujur tubuh yang mulai terlihat rapuh, kulit yg mulai berkerut, rambut yang memutih, dan wajah yang terlihat lelah..

Makin diamati makin nampaklah kesedihan di raut wajah sang roh.

Dia merasa saat perpisahan kian dekat saja. Yah, dgn kondisi yang seperti ini, roh memang tak bisa berharap bnyak lagi.

Mau tak mau, dia harus merelakan rumahnya pergi meninggalkannya untuk selamanya.

Tapi sebelum itu terjadi, dia ingin berusaha untuk mencegahnya, agar tak cepat-cepat terjadi..

Maka, dibangunkannyalah sang raga dari tidurnya. Dia ingin memohon, agar raga mau bertahan dan menjaga diri..
Saat itu terjadilah dialog atau percakapn diantara keduanya.

Assalamualaikum raga.. Roh menyapa terlebh dahulu. Waalaikumsalam roh.. Balas sang raga dengan wajah bingung. Maaf raga, aku mengganggu tidurmu. Sapa sang roh lagi. Masih dengan bingung, raga menatap sosok yang sama persis dengan dirinya berada dihadapannya.

Jangan bingung raga, aku adalah roh yang selama ini ada dalam dirimu.

Masih dengan tercengang raga, mengangguk saja. Lalu tanyanya, apa ini artinya aku sudah mati?

Belum raga.. Justru kedatanganku disini adalah untuk membicarakan hal itu.
Maksudnya? Tanya raga dengan bingung. Begini raga kalau memang boleh, aku masih ingin lebih lama lagi berada didekatmu.

Walau memang tak mungkin untuk selamanya. Tapi maukah engkau menemaniku, sampai aku merasa cukup bekal untuk bertemu dengan Tuhanku?..

Raga makin termangu, bukankah aku tak mempunyai kuasa untuk itu? Semua sudah ditentukan oleh yang menciptakanku..

Iya, aku tahu raga.. Hanya kupikir kau bisa menjaga dirimu baik2 agar terjauh dari segala penyakit yang bisa membahayakan dirimu.

Lho, selama ini aku kan sudah melakukan hal itu roh.. Tapi, tetap saja aku tak bisa menghindar dari ketentuanNya. Seiring dengan bertambah usia, tubuh ini akan melemah juga..

Tapi, aku masih ingin ditemani olehmu raga, aku merasa belum cukup bekal untuk menghadap dan menerima semua hukuman atas dosa2ku selama ini.

Sejenak, raga terdiam, ditatapnya bayangan sama persis dengan dirinya. Bedanya kalau dirinya telah begitu terlihat renta. Sedang sosok dihadapannya, masih terlihat muda dan wajahnya yang bercahaya sangat beda dengan wajahnya yang kini telah penuh dengan kerut merut. Diam2 dia merasa lega lalu terseyum.

Kenapa malah terseyumseyum begitu? Tanya roh dengan bingung.

Tidak ada apa2 roh, aku hanya mengagumi sosokku dalam dirimu. Dan dengan keadaanmu yang demikian tak perlulah kau ragu bertemu dengan pencipta kita. Kau dan aku adalah hambaNya yang baik roh….

Heh, mana bisa optimis begitu. Sebagai bagian dari dirimu tentu saja aku tahu roh. Kata raga lagi dgn suara tenang.

Jadi kau tak perlu sedih lagi kalau besok atau lusa aku tak kuat lg menyangga tubuh ini. Jasad yang renta ini memang sudah semestinya pergi teman…

Tapi aku masih ingin ditemani olehmu raga.. Banyak yang mencintai dan menyayangimu, mereka pasti akan merasa amat kehilangan.. Kau kan tahu, tanpamu, aku tak bisa melakukan apa2, kaulah yang membawaku kemanamana selama ini. Kata roh semakin sdh..

Melihat kesedihan roh, raga malah kembali terseyum. Lalu katanya, teman selama ini kau amat mengenalku bukan?
Nah kau lihatlah, kau tengoklah.. Jantungku, paru2ku, kakiku, sama…  semua semakin lemah.. Sudah lelah dan tak lagi mampu bekerja seperti dulu lagi. Sebagai seorang teman tak kasihankah kau padaku?

Sudah waktu aku kembali keasalku. Tanah kembali ke tanah bukan? Aku adalah sesuatu yang fana, beda denganmu kau adalah sesuatu yang kekal dan abadi. Tentu kau tak lupa itu kan?

Kali ini roh tak bisa berkata banyak lagi. Karena semua yg dikatakan raga adalah benar adanya.

Ditatapnya sekali lagi tubuh renta itu,  seyum dan kelembutannya, dan setelah itu keduanya saling mengucap salam.  Lalu roh pun  kembali memasuki sang raga, entah untuk waktu yang berapa lama lagi.
Tapi sungguh kini, roh sudah siap, kapan pun, dimana pun bila harus berpisah dengan raga yang telah begitu baik menjaganya selama ini..
Sebab yang fana, pasti aankan sirna, sedang yg bakha tetap akan tinggal dalam keabadian…

2 pemikiran pada “sebuah dialog antara raga dan roh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s