Warung Langganan si Momon


Si Momon mojok di sudut kamar kostnya yang sumpek, pasalnya persedian bahan bakarnya sudah habis. Sementara duwit di kantongnya cuma sisa 12 ribu perak. Gimana ini, Momon dihadapkan pada 2 pilihan sulit, kalau dia nekat ke warung lalu menukar sisa duwitnya tadi dengan bahan bakar favoritnya plus 2 bungkus kopi susu maka tamatlah riwayat besok.

Pikir punya pikir, dan setelah menimbang dengan amat seksama, maka diangkatlah kakinya menuju warung langganannya. Tujuannya cuman satu, ngutang sebungkus rokok dan 2 bungkus kopi susu. Momon yakin pasti dikasihlah… Selama ini aku kan pelanggan setia, tiap bulan itu warung bisa menarik omset jutaan rupiah dari kantongku. Jadi aneh, kalau ngutang 12 ribu perak saja ngga boleh, ngga percaya…! Pikir Momon sepanjang perjalanan ke warung langganannya.

Sesampainya disana, Momon langsung mengajukan permohonannya “Pok, saya utang 1 bungkus rokok sama 2 bungkus kopi susu boleh ngga?” celetuk Momon dengan lancar, karena saking yakinnya kalau permohonannya itu pasti bakal langsung dikabulkan oleh si Mpok empunya warung langganannya. Sejenak si Mpok menatap wajah si Momon seolah menimbang-nimbang, sebelum akhirnya dia mengeluarkan kata-kata saktinya. “Ekh, Mon emang elo buta huruf ya? Kalau ngga buta huruf gue yakin elo bisa baca tulisan ini!?”

Refreks, mata Momon langsung tertuju ketulisan kecil yang ada di pojok dinding warung langganan itu. Bunyinya gini ‘maaf tidak melayani hutang’ Apes… apes, kenapa selama ini aku ngga pernah baca tulisan itu. Dengan langkah loyo Momon meninggalkan warung langganan itu. Sambil melontarkan sumpah serapah. Sumpaahhhhh….! Gue ga bakal belanja di warung yang ngga punya perikemanusian itu lagi. Sumpaaaaahhh…!  Mulai detik ini gue cuma mau belanja  ke warung yang bisa diutang kalo gue pas bokek kek begini….

Akhirnya buat mengobati rasa sakit hatinya duwit sisa yang tinggal 12 ribu itu ditukar juga dengan  sebungkus rokok dan 2 bungkus kopi susu. Tapi wajahnya udah ngga sekusut tadi. Momon udah dapat warung langganan baru yang bisa ngutangin kalau lagi boke kali ya? Atau karena ditangannya kini sudah terselip benda yang paling dicintainya? Entahlah…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s