Sejatinya kita semua adalah “Plagiat”


Secara keseluruhan  alam dan segala isinya adalah ladang atau sumber dimana kita bisa dengan bebas mencontek, mentransfer dan mengcopy. Baik itu secara audio, visual, maupun audio visual.

Alam dengan segala keindahan dan kecantikannya tiap saat tersaji di hadapan mata kita dengan bebas dan terbuka siapapun bisa dengan bebas meng’unggah’, Asal mau dengan media apa pun yang kita miliki, dari camare yang paling ter’jadul’ sampai camera ter’canggih’ . Oleh mereka yang profesional sampai  amatiran, yang sekedar hobby atau karena merupakan profesi.

Begitu pun dengan bunyi-bunyian yang ada di alam ini, nyanyian ombak, kicauan burung, bunyi rintikan hujan dan bahkan sol mi sa si yang kita kenal selama ini. Semua bebas di’copy paste’ di ‘plagiat’.

Tanpa menuai protes proses itu terus berjalan sampai berabad-abad lamanya. Bunga-bunga tak marah dicontek keindahannya, burung tak marah dijiblak dan dijadikan inspirasi untuk sebuah karya. Yang  lebih dari hal itu manusia bisa saja memperoleh sesuatu hasil yang luar biasa untuk hidupnya. Dan sebagaimana ciptaanNya, dalam hal ini Tuhan yang pengasih dan penyayang pun tak pernah marah…

Uraian di atas adalah paparan yang saya ambil dengan secara garis besarnya saja. Kalau lebih detail, tentu akan lebih banyak lagi yang bisa kita jadikan alat ukur untuk mengukuhkan bahwa pada dasarnya kita adalah sekumpulan ‘plagiat’ yang dengan tanpa sadar telah mencontek, mengunggah dan mengklaim apa yang ada di alam ini sebagai karya kita.

Yah, meski memang tak semua orang bisa dan sanggup mengeksperikan semua itu ke dalam karya nyata, mungkin karena memang tidak memiliki minat dan kemampuann untuk melakukan hal itu. Tapi justru merekalah yang pantas  kita masukan dalam golongan bukan golongan pe’mlagiat’.

Dari dua kelompok tersebut muncullah satu penilaian yang rancu, disatu sisi kita bisa para plagiat adalah jenis manusia yang memiliki kemampuan lebih tinggi dari mereka yang bukan, sebab mereka adalah sekumpulan orang yang memiliki kepekaan dan tingkat inspirasi yang tinggi, energik dan seterusnya. Sehingga mereka mampu menangkap keindahan yang ada di alam ini, dengan cara meng’copy’ dan mem’paste’kan kedalam karya mereka. Tapi di sisi lain mereka mendapat julukan sebagai ‘plagiat’. satu julukan yang selama ini lebih condong ke arah negatif daripada positif, bukankah begitu?

Penilaian yang sebaliknya yang terjadi untuk mereka yang pasif dan tak mampu ber’eksperesi dan tak peduli pada apa pun yang ada di alam semesta ini…

Nah itu tadi hanya sekelumit pemikiran yang melintas di benak saya. Apakah anda bisa sepaham dengan saya? Kalau saya pribadi, saya sama sekali tak keberatan bila saya disebut sebagai Plagiat.  😀

Oke. salam ‘prikitiew…….!’ nyontek Sule….hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s