Ketulusan kasih sayang seorang ibu …


Dahulu kala ada seorang perempuan yang tinggal dengan beberapa orang anak-anaknya yang masih kecil. Dia tinggal di sebuah rumah yang kerap kali dilanda banjir, hujan kecil saja air pasti langsung menggenang masuk ke dalam rumahnya. Apalagi bila datang banjir besar.
Nah, suatu ketika banjir besar itu benar-benar datang, maka dengan sigap dia menyelamatkan benda-benda yang bisa hancur atau rusak bila terkena air hujan/banjir.

Dalam sekejab selesai juga dia mengerjakan itu semua, kini bersama anak-anaknya, dari balik jendela dia asyik memandangi aliran air hujan yang melintas di depan rumah mereka. Melihat air yang begitu melimpah dan terlihat jernih si Sulung pun bertanya pada Ibunya katanya, “Ibu, bolehkah aku main banjir-banjiran?” “Jangan nak, banjir begitu besar, ibu takut nanti kamu terbawa arus” Jawab ibunya. “Yakinlah bu, aku bisa menjaga diri..” Rengek si sulung lagi. “Jangan nak, kalau ada apa-apa ibu takut tidak bisa menolongmu nak…” Jawab ibunya lagi. “akh, ibu aku ingin berenang bu… Boleh ya bu..” Demikian si Sulung terus saja merengek.

Hingga akhirnya dengan terpaksa, si Ibu memenuhi keinginan si Sulung. Perlahan dibukanya, pintu rumah mereka, dalam seketika, air dan sampah-sampah yang tertahan oleh pintu rumah mereka pun berhamburan masuk. Kini ruang rumah mereka kian dipenuhi dengan air dan juga sampah-sampah yang terbawa air banjir.

Tanpa rasa bersalah si Sulung, segera turun dari kursi tempat mereka tadi berlindung dari banjir. Namun belum lagi, dia sempat melangkah keluar rumah. Si Sulung sudah menjerit. “Ibu…. Ada ular…! Ular bu…!” wajah si sulung terlihat amat pucat, dia pun segera melompat kembali ke kursi tempat mereka tadi bernaung. Secara reflek si Ibu pun menatap ke arah mana putra Sulungnya melihat ular.

Dan benar saja, seekor ular, terlihat mengambang di ruangan itu. Bagaimana ini? Wajah si Ibu pun terlihat takut dan panik. Sungguh dia pun takut, bila harus berhadapan dengan hewan melata yang satu ini. Tapi membiarkan dia tetap berada di ruangan itu, juga bukan pilihan yang tepat. Bagaimana kalau dia diam2 menghampiri kursi tempat anak2nya bernaung, lalu melukai anak-anaknya?!

Membayangkan akan hal buruk itu, si Ibu pun segera memutar otaknya, hilang juga rasa takutnya. Yang terpikir kini hanya keselamatan anak-anaknya. Tiba-tiba matanya tertumpu pada selembar kain usang. Lalu dengan keberanian yang entah datang dari mana. Dengan berbekal kain usang, diraupnya ular itu hingga masuk dalam lipatan. Lalu dengan secepat kilat, si Ibu melempar ular itu keluar dari rumah.
Hehh,.. Terlihat si Ibu menarik nafas panjang. Leganya…. Wajahnya begitu terlihat begitu bersyukur, lalu dengan penuh kasih sayang, dipeluk rapat-rapat anak-anaknya…. Terima kasih Tuhan…. Bisiknya perlahan…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s