Bunga untuk Adisti


Adisti melangkah dengan gontai sial benar nasibnya hari ini, bagaimana tidak, selepas turun dari bus dia baru menyadari kalau tas platik bawaan telah tertinggal di angkutan yang ditumpanginya barusan.

Mengejarnya, jelas tidak mungkin, busnya pasti sudah terbang jauh, lagi pula dia ragu, tas tersebut apa masih ada ditempatnya? Terbayang dua potong bluese yang sudah sejak lama diidamkannya, sekalinya bisa membeli malah tertinggal begitu saja… Bayangkan bagaimana tidak sedih tidak bete… Tapi mungkin memang belum rejeki… Berpikir begitu Disti merasakan suasana hatinya jadi lebih baik, walaupun belum seratus persen menghilangkan rasa sesalnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s