Anak, Ibu, Murid dan Bu Guru


aji

“Aku nggak mau sekolah bu…” Rengek Zaffa untuk kesekian kali dari sekian hari dimana dia menolak untuk pergi ke sekolah… Sejauh ini Sinta masih bersabar dan menunggu tumbuhnya keinginan dari dalam hati Zaffa putranya untuk bersekolah. Namun sekian hari dinanti Zaffa tetap saja tetap pada pendiriannya. Dia tak ingin pergi ke sekolah. Akhirnya Sinta mencoba mencari tahu apa penyebab pastinya. “Ibu Rara galak bu, suka pilih kasih.. Aku sering dimarahi” Ujar Zaffa memberi alasan. “Zaffa, nakal atau suka bikin ribut di kelas kali?” Sinta mencoba mengorek apa yang ada dalam hati dan pikiran anaknya itu. “Zaffa ngga pernah nakal dan bikin ribut di kelas kok bu.. Teman teman Zaffa tuh yang suka bikin ribut. Lagi pula Zaffa ngga suka sama Bu Rara, galak dan suka marah marah. Beda sama ibu, ibu nggak pernah marah biar pun Zaffa suka nakal. Zaffa mau sekolah di rumah saja…!” teriak Zaffa seraya berlari ke kamarnya. “Zaffa…” Sinta tak meneruskan kalimatnya. Aduh, bagaimana ini, Zaffa sudah pandai membanding bandingkan sikapku dan sikap ibu gurunya. Apa yang harus kulakukan? Akukah yang harus mengikuti sikap gurunya, atau gurunya yang harus mengikuti sikapku. Aduh Zaffa sekolah itu kan, bukan milik ibu. Dan bukan juga milikmu seorang nak…

2 pemikiran pada “Anak, Ibu, Murid dan Bu Guru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s